6 September 2022

     Hai, masih ingatkah dirimu tentangku wahai Putri? sudah berlangsung selama 7 tahun lamanya semenjak pertemuan yang tak terduga pada saat itu. Apa kabar? aku harap kau baik baik saja disana dan semoga berbahagia. 

    Khayalanku akan dirimu semakin tipis seiring berjalannya waktu. Dan itu menyedihkan, harapanku akan hadirnya dirimu di setiap malam dan pagiku kini hanya angan yang tak sampai. Ingatanku akan sosokmu kini mulai pudar dan mencoba berdamai. Kini aku mulai berpikir logis dan perlahan tenang dalam kesedihan. Maaf batasan yang ku bangun terlalu menjulang dan kokoh hingga tak sampai pada kata "KITA". Maaf semua memori tentangmu harus terus berlalu seperti angka kilometer pada kendaraan.

    Pada akhirnya kita memilih jalan yang masing-masing dari kita pun tak ada yang menyangka akan sampai pada fase ini. Malam-malam yang indah yang kuharapkan akan datang di hari ini harus lenyap tak tersisa. Harapanku untukmu hanya tersisa doa-doa yang tersisip di akhir ibadahku. Berharap perlindungan dan juga kebahagiaan untukmu. Kini tak lagi sempat terucap kata terima kasih dariku. Ku harap selalu ada orang lain yang membuatmu bahagia hingga nanti.

    Maafkan cinta yang kutumbuhkan tanpa izin darimu wahai Putri.

Komentar