01/06/2019

   Dari sini ku mengawali semua cerita yang ada. Wahai Putri, ku harap kau membaca semua tulisan ini.
  Aku mulai mengenalmu dengan ragu saat pertama kali saat itu. Tak tau siapa dan dimana, bahkan seperti apa dirimu. Ku terus mengenalmu lebih jauh tanpa sadar waktu menjadikan kita sahabat baik. Memang benar kata orang, persahabatan antara lawan jenis tak akan bisa berjalan tanpa salah satu darinya punya rasa cinta. Seiring berjalannya waktu, ntah siapa yang memulai kita memiliki pasangan masing masing. Namun kau perlu tau, ada ruang di hatiku ku khususkan untukmu seorang.
   Posisimu tak kan pernah bisa tergantikan. Pernah aku mencoba sesekali, namun tetap saja hasilnya sama. Tak bisa, dan tak kan pernah bisa. Ku sadar bahwa aku menyayangi sosok Putri ini. Namun bodohnya aku yang takut kehilangannya, sehingga membuat sebuah batasan agar tak ada hubungan yang lebih. Aku tak ingin, ketika kita telah bersama dan kemudian kebersamaan itu berakhir... Semua menjadi hancur dan terlupakan, saling membenci, menjadi musuh. Membayangkan nya pun aku tak sanggup.
   Ingatlah, Aku milikmu tapi Kamu bukan milikku (atau mungkin belum). Maafkan aku yang egois yang selalu berharap kabar darimu hanya untukku. Aku memang tidak tau diri.

Komentar